SEKILAS INFO

     » NKRI HARGA MATI !!!      » HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-71 TAHUN 2016      » DIRGAHAYU INDONESIAKU      » GUNA TERWUJUD MASYARAKAT KABUPATEN MADIUN YANG LEBIH SEJAHTERA      » KITA MANTABKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG DAN GUYUB RUKUN
Jumat, 04 Maret 2016 - 10:54:07 WIB
BHAKTI SOSIAL TERPADU DI DESA KROKEH KECAMATAN SAWAHAN

Diposting oleh :
Kategori: skpd - Dibaca: 623 kali

Kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) Pemerintah Kab. Madiun telah memasuki putaran ke 137 dari 198 desa di Kab. Madiun. Pada kesempatan Rabu, 2 Maret 2016 ini BST diselenggarakan di Ds. Krokeh Kec. Sawahan dengan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dan diikuti oleh Wabup, Ketua DPRD, Forpimda, Sekda, Kepala SKPD dan TP PKK Kab. Madiun, Muspika Kec. Sawahan, Kepala Desa se Kec. Sawahan dan masyarakat Ds. Krokeh. Sebagaimana biasa dilaksanakan di desa-desa yang lainnya, kegiatan yang diselenggarakan dalam BST diantaranya : Olahraga Bolla Volly, Sarasehan, Mengunjungi warga kurang mampu dan sedang sakit, Kerja Bhakti pengaspalan jalan, Pelayanan Administrasi, Pelayanan Kesehatan, Donor Darah, Pasar Murah, Pelayanan kesehatan dan Inseminasi Buatan (IB) ternak, Pusyandu, Pelatihan Pembuatan Kue dan kegiatan 10 Prgram Pokok PKK lainnya. Pada kesempatan sarasehan bersama masyarakat, Bupati Madiun juga berkenan menyerahkan berbagai bantuan diantaranya bantuan alat sekolah untuk 10 siswa SD/MI, bantuan alat sekolah untuk 5 siswa SMP/MTs, 50 paket sembako untuk warga kurang mampu, bantuan perawatan masjid, dan bantuan 1 set meja kursi untuk kantor desa. Disamping itu Bupati Madiun juga mengabulkan beberapa permintaan masyarakat yang diusulkan langsung saat sarasehan, seperti 25 drum aspal untuk perbaikan jalan lingkungan, pupuk organik, Handsprayer, penyambungan listrik untuk 2 rumah warga kurang mampu, ternak kambing, pelatihan rias pengantin, bibit tanaman/sayuran, dan traffic con. Sedangkan permintaan bantuan yang sifatnya dana hibah seperti pembangunan Jalan Usaha Tani, Alat Musik Organ, perbaikan tempat ibadah dan lain-lain diharapkan masyarakat/kelompoknya untuk membuat badan hukum Indonesia. Hal ini penting agar tidak menyalabi undang-undang. Selanjutnya Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menginformasikan, bahwa informasi saat ini kita sedang memasuki musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung lama dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Banyak hal yang mungkin akan terjadi pada saat musim penghujan seperti ancaman penyakit demam berdarah dan diare serta kemungkinan terjadinya bencana alam. Terkait dengan bahaya penyakit demam berdarah maupun diare, Bupati H. Muhtarom, S.Sos berharap agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah masyarakat hendaknya melaksanakan 3 M (Menguras tempat air, Menutup tempat air dan Mengubur barang bekas yang dapat digunakan untuk bertelur dan berkebangnya nyamuk). Demikian halnya dengan penyakit diare. Biasanya pada musim penghujan dan musim buah seperti sehingga banyak sekali lalat berterbangan yang bisa menjadi penyebab kita terkena penyakit diare. Karena kedua penyakit (Deman Berdarah dan Diare) ini kalau terlambat penangannya bisa berakibat fatal, maka apabila ada anggota keluarga kita yang sakit dangan suhu badan tinggi hendaknya segera dibawa kedokter, Puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebabnya dan diberikan obat yang tepat. Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Wilis, Bupati Madiun menghimbau agar saat terjadi hujan lebat hendaknya masyarakat selalu waspada dan memperhatikan peringatan yang diberikan oleh petugas. Apabila dirasa akan terjadi bencana alam, segera keluar rumah mencari tempat berlindung yang aman untuk diri dan keluarga. Kita tinggalkan sejenak harta bend kita, karena keselamatan jiwa keluarga kita lebih penting. Dibidang pertanian Bupati H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar petani Kab. Madiun berwawasan bisnis, cari potensi pertanian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Jangan menjual hasil panen saat panen raya karena dipastikan harga turun. Karena curah hujan tinggi, maka dimungkinkan terjadinya hama tanaman, untuk itu petani harus hati-hati dan kepada PPL diminta untuk turun ke sawah, ikut memantau hama tanaman dan juga ketersedian/distribusi pupuk bersubsidi. Kios atau distributor pupuk ditekankan agar menjual pupuk sesuai RDKK nya. Jangan melayani yang tidak masuk RDKK karena hal itu akan memunculkan masalah dan timbul kesan pupuk hilang dari pasaran atau langka. Kalau ada Kios/distributor nakal tentunya akan ditindak tegas. dalam kesempatan ini pula KPPT Kabupaten Madiun juga melakukan pelayanan One Day Service, pelayanan perijinan satu hari jadi. KPPT melayani pengusaha mikro yang membutuhkan perijinan SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan). Pemohon cukup datang ke lokasi BST dengan membawa kartu Identitas yang masih berlaku (KTP), pas Foto 3x4 sebanyak 3 lembar dan surat keterangan domisili usaha dari Kepala Desa. pemohon langsung dilayani oleh petugas KPPT, dan ijin yang mereka mohonkan langsung jadi saat itu juga, karena langsung ditandatangani oleh Kepala KPPT di lokasi BST. inilah yang menjadi terobosan pelayanan KPPT Kabupaten Madiun, sebagai bentuk inovasi pelayanan publik yang dituntut selalu tanggap dalam menampung aspirasi para pengusaha kecil di wilayah Kabupaten Madiun.